Kelahiran Ponorogo, 03 Oktober 1947 merupakan Doktor lulusan Universitas Al-Azhar Cairo (1989). Selain sebagai guru besar di Program Pascasarjana IAIN Sunan Ampel, Surabaya, Roem Rowi juga aktif mengajar di berbagai perguruan tinggi, di antaranya dosen Pascasarjana Unair, Undar, Ikaha, IAIN Sunan Kalijaga dan UMY.

Pengabdiannya juga tidak terbatas hanya pada lingkungan pendidikan tinggi. Dia juga aktif di berbagai kegiatan keagamaan. Tahun 1998-2000, Roem pernah menjabat Plt. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim. Kemudian dia menjabat Ketua MUI Jawa Timur (2000-2005). Alumni Pondok Modern Gontor Ponorogo (1967), IAIN Ciputat, Jakarta (1967), S1 Universitas Islam Madinah (1971) dan S2 Universitas Al-Azhar Cairo (1973), ini aktif sebagai Anggota Dewan Penasehat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.

Prof Dr Roem Rowi MA dikenal sebagai pakar dalam bidang Alquran. Ia adalah guru besar ilmu Alquran dari IAIN Sunan Ampel Surabaya. Karena kepakarannya itu, Roem Rowi banyak ditugasi hal-hal khusus yang berkaitan dengan ilmu Alquran, seperti menjadi dewan juri MTQ mulai dari tingkat lokal (Surabaya, Jawa Timur), nasional, hingga internasional.

Pandangan yang sangat menarik tentang Al Qur’an menurut beliau, bahwa Rasul mendefinisikan tentang Al Qur’an penuh dengan hal yang menarik dan Mempesona. Karena unsur yang terdapat dalam Al Qur’an. Baik berupa informasi dimasa lampau maupun informasi yang akan terjadi dimasa depan. Petunjuk bagi umat islam yang bukan hanya teori, namun sudah teruji coba. Kisah yang sekiranya mendominasi sekitar 80 % bahasan dalam Al Qur’an ini akan membuat kita mengerti bahwa Al Qur’an bukan hanya untuk dibaca saja namun harus ada tindak lanjut seperti memahami dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari – hari karena Allah telah memudahkan kita untuk mempelajari kisah, anjuran dan larangan yang telah sangat jelas tertera dalam Al Qur’an. Mengapa sebuah kisah yang mendominasi Al Qur’an ? karena dengan mendengarkan atau memahami kisah dari kejadian yang telah pernah terjadi dimasa lampau dapat membuat kita lebih berhati – hati dalam bertindak mengingat akibat – akibat yang telah terjadi pada kisah sebelumnya. Al Quran bukan hanya membawa mengiring kita dengan akidah, namun juga dengan syariah dan akhlak.