24/7 Support number 081-5151-41-550

Keutamaan Bulan Maulid Nabi Muhammad SAW

Bulan Maulid atau dalam bahasa arab disebut bulan Rabiul Awal memiliki banyak sekali keutamaan yang lebih diantara bulan-bulan lainnya dalam Islam. Bulan Maulid ini banyak kaitannya dengan Rasulullah Muhammad. Sampai-sampai bulan yang awalnya dinamakan Rabiul Awwal ini lebih dikenal dengan Maulid (kalangan jawa, madura, dan sekitarnya) dengan arti Maulid(hari kelahiran) Nabi Muhammad SAW.

Nah, apa saja yang menjadikan bulan Mulud ini menjadi utama? mari kita simak rinciannya mengenai keutamaan bulan maulid berikut ini :

Kelahiran Nabi Muhammad

Kelahiran nabi Muhammad terjadi pada tanggal 12 Rabiul Awwal 571M atau disebut tahun Gajah.( Dalam al Quran dijelaskan tentang disebutkannya tahun gajah adalah pada surah Al Fiil yang menceritakan rencana Abrahah menghancurkan Makkah). Pada tahun itu, Nabi Muhammad lahir. Konon, saat malam Nabi Muhammad lahir, langit begitu terang benderang dan tenang.

Kelahiran Nabi Muhammad telah disebutkan dalam kitab-kitab terdahulu seperti injil. Dan taurot bahwa akan ada penutup para nabi yang lahir dengan berbagai ciri-ciri dan tanda-tanda. Maka, kelahiran Nabi Muhammad adalah sesuatu yang ditunggu oleh kaum yang masih beriman diantara masa-masa Jahiliyah yang menimpa. Nabi Muhammad seolah menjadi cahaya dalam ke-gelapan masa Jahiliyah.

Imam Ahmad meriwayatkan sebuah hadits dari Al ‘Irbadh bin Sariyah As Sulami, dari Nabi SAW; beliau bersabda: “aku berada di sisi Allah dalam Ummul Kitab, penutup para Nabi, dan Adam masih dalam bentuk tanah, dan aku akan menjelaskan kepada kalian takwilnya: “aku adalah doanya ayahku Ibrahim, berita gembita Isa kepada kaumnya, mimpi ibuku dimana ia melihat cahaya keluar darinya menerangi istana Syam, demikian juga ibu para Nabi melihat peristiwa yang sama”.” Diriwayatkan dari Al Hakim dan ia mengatakan Shahih Isnad.

Kenabian Nabi Muhammad

Dalam Musnad, dari Ibnu Abbas, ia berkata: “Nabi dilahirkan pada hari senin, diangkat menjadi nabi hari senin, keluar berhijrah dari Mekah ke Madinah hari senin, wafat hari senin, dan mengangkat Hajar aswad pada hari senin.”(sanandnya Dhoif)

Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadits dari Abi Qathadhah Al Anshari bahwa Nabi ditanya tentang puasa hari senin, Nabi menjawab “itu adalah hari aku dilahitkan, dan hari itulah diturunkannya kenabianku.” (shahih)

Menurut sebagian besar para Ulama’, Nabi Muhammad diangkat menjadi Nabi dan rasul ketika beliau berumur 40 tahun. Dan diangkatnya Muhammad sebagai Nabi dan Rosul adalah nikmat yang lebih besar dari penciptaan langit dan Bumi, Matahari, bulan, siang, malam, tanaman, dan lain sebagainya.

Itulah mengapa bulan Rabiul awwal atau bulan Mulud ini menjadi bulan yang memiliki keutamaan tersendiri daripada bulan lainnya dalam Islam.

Wafatnya Nabi Muhammad

Nabi Muhammad wafat pada 12 Rabiul Awwal . wafatnya nabi Muhammad menjadi hari tersedih dalam benak muslimin dan para sahabat. Wafatnya Nabi Muhammad mengingatkan akidah kita bahwa Nabi Muhammad adalah manusia yang akan berpulang kembali pada Allah. Allah berfirman kepada NabiNya:

“sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula)” (Q. S. Az Zumar: 30)

“kami tidak menjanjikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal? Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaab (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (Q. S. AL-Anbiya’ : 34-35)

Mengingat wafatnya Nabi Muhammad adalah mengingatkan kita pada kematian pula. Nabi Muhammad yang kekasih Allah saja harus merasakan mati untuk kembali pada Allah, apalagi kita. Maka dari itu, Nabi Muhammad memerintahkan umatnya untuk mengingat mati. Beliau bersabda:

“perbanyaklah mengingat si penghancur kelezatan, yaitu kematian.”(dalam Musnad Imam Ahmad: shahih)

Ketiga peristiwa besar dalam sejarah Islam yang telah disebutkan tadi sekaligus menjadikan bulan Rabiul Awwal atau Mulud menjadi bulan yang lebih utama dibandingkan bulan lain. Ketiga peristiwa itu juga berhubungan langsung dengan Nabi Muhammad. Makanya tidak heran jika banyak umat Islam memiliki tradisi merayakan Maulid Nabi pada bulan Mulud dengan syukuran.

Dalam ajaran Islam sebenarnya tidak ada anjuran untuk melaksanakan amalan-amalan atau peringatan tertentu pada bulan Mulud ini. Terkait dengan hukum pelaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad sampai sekarang masih terdapat perbedaan pendapat dikalangan ulama’. Ada pendapat yang mengatakan bahwa peringatan maulid Nabi merupakan perbuatan bid’ah yang dapat menyesatkan karena tidak pernah dilaksanakan oleh Nabi. Sedangkan pendapat lain mengatakan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad adalah mubah(dibolehkan) karena setiap perbuatan yang tidak ada larangannya dalam Al Quran dan Hadits boleh saja dilakukan.

Terlepas dari perbedaan diatas, sah-sah saja melaksanakan Maulid nabi Muhammad manakala pelaksanaan tersebut mengandung kemaslahatan yang dapat menggairahkan seseorang dalam beribadah. sehingga semakin meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah. Sebagai contoh diadakannya pengajian, Dzikir, serta penyantunan terhadap fakir miskin dan anak-anak yatim piatu.

Oleh karena itu, peringatan Maulid nabi tidak diperkenankan manakala peringatan tersebut mengandung mudharat yang sangat besar bagi kelangsungan hidup umat beragama. Apalagi sampai dapat menyesatkan dan menjauhkan diri dari Allah SWT. Seperti misalnya: membuang sesajen ke tempat-tempat yang dianggap keramat, seperti sungai, laut, perempatan, pohon besar, dan lain-lain. Selain itu peringatan yang diadakan besar-besaran tanpa memperhatikan kesanggupan biaya juga lebih baik tidak diperkenankan untuk dilaksanakan karena merupakan hal-hal yang menghapus amal ibadah kita juga.

Pada dasarnya, memperingati maulid Nabi adalah sarana untuk mengapresiasi rasa cinta kita kepada Nabi Muhammad. Akan tetapi, jangan sampai melupakan bagaimana hakikatnya mencintai Nabi Muhammad yang sebenarnya. Seperti: beriman bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Mengikuti sunnah-sunnah yang dicontohkan dan dilakukan oleh beliau. Membenarkan berita-berita yang disampaikan oleh beliau. Membela dan memulyakan Nabi Muhammad. Mencintai orang-orang yang dicintainya. Mengucapkan atau membaca solawat salam kepada Nabi Muhammad karena fadhilah sholawat begitu luar biasa. Mengikuti ajaran-ajaran beliau. Meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad(siddiq/jujur, Amanah/dapat dipercaya, Tabligh/menyampaikan ajaran Allah, dan Fathonah/cerdas). Menaati perintah dan menjauhi larangan beliau. Dan lain sebagainya.

Untuk itu, Bulan Maulid adalah bulan yang dapat menambah keimanan kita dan mengingatkan kita pada perjuangan Nabi Muhammad. Allah telah mengatur semuanya baik kelahiran Nabi Muhammad, Kenabian Nabi Muhammad, dan Wafat Nabi Muhammad dalam satu bulan yang sama sehingga menjadikan bulan Mulud ini bulan yang utama.